DANA BERGULIR SEBAGAI PENGGELIAT KELOMPOK PEMATUNG TRADISIONAL BALI
Om Swastiastu…….
Untuk medirikan sebuah usaha tidak bisa lepas dari sunberdaya modal (uang) disamping sumberdaya yang lainnya, seperti tempat usaha, peralatan, ketrampilan dan juga kemampuan untuk memasarkan barang yang akan dihasilkan (Pemasaran) serta pematenan hak cipta/karya. Kalau berbicara masalah modal sudah tentu tertuju pada lembaga keuangan (Lembaga Keuangan/Bank) atau usaha keuangan sejenisnyadimana untuk mendapatkan bantuan modal/kredit usaha tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi termasuk lazimnya adalah agunan dan ijin usaha, bahkan sekarang bukti wajib pajak aktif. Untuk masyarakat ekonomi menengah ke atas agunan mungkin tidak menjadi masalah tapi sebaliknya akan menjadi masalah/hambatan bagi masyarakat kita yang kurang mampu/ekonomi lemah (miskin) ; hal ini dilami oleh kelompok usaha kerajinan patung kayu yang ada di Banjar Anggabaya Kelurahan Penatih Kecamatan Denpasar Timur Provinsi Bali
Beruntung ada BKM BINA SEJAHTERA hasil pembelajaran substansi PNPM Mandiri Perkotaan dengan memberdayakan masyarakat lokalnya melalui pembelajaran BLM TRIDAYA yang bervisi meningkatkan daya social, ekonomi dan lingkungan dalam ikatan masyarakat pembangunan yang partisipatif; Khusus dalam kesempatan ini kami paparkan terkait simbiosis substansi Daya Ekonomi (UPK) PNPM-MP melalui bentuk kegiatan DANA BERGULIR yang memfasilitasi akses mendapatkan modal usaha kecil untuk kalangan WARMIS hasil PS2. Contoh kasus di wilayah Kelurahan PENATIH ini; Dengan bantuan modal dari UPK, usaha kecil produktif semakin menggeliat dan berkembang sampai dengan sekarang, meskipun pergerakannya merangkak namun pasti.
Sebut saja KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) PATUNG ANA yang sejak awal sudah berkelompok dengan visi dan misi yang sama; berdiri sejak Tahun 2000 yang awalnya sebagai usaha sampingan untuk tambahan penghasilan keluarga karena setiap anggota mempunyai pekerjaan pokok sesuai dengan bidangnya masing-masing. Ada yang jadi petani, peternak, pelajar/mahasiswa dan juga pedagang. Pekerjaan membuat patung dilakukan disela-sela waktu rutinitas mereka sehari-hari, Keberadaan UPK ini menjadikan sedikit berubah pola fikir anggota kelompok ini; “Mengapa kita tidak lebih focus bila ada permodalan yang mudah dan fleksible pengajuannya !”
Muncullah minat terkait mengakses permodalan kecil ke UPK BKM BINA SEJAHTERA, ceritanya demikian; Dalam wawancara kami, beliau “ I Made Ana” selaku ketua kelompok patung, mengatakan rata-rata penghasilan per orang per hari berkisar antara Rp.30,000 sampai dengan Rp.50,000,- sesuai dengan jumlah patung yang bisa diselesaikan serta menurut penuturan salah satu anggota KSM, penghasilannya dari mematung sangat berarti untuk menunjang kebutuhan ekonomi keluarga. Karena makin bertambahnya peminat warga ikut bergabung menjadi pematung yang awalnya beranggotakan 5 orang kemudian berkembang menjadi 10 orang dan di Tahun 2013 bertambah menjadi 15 orang sehingga untuk memenuhi kebutuhan bahan baku perlu tambahan modal untuk membeli bahan baku yang didatangkan dari luar Pulau Bali.
Mengingat hal tersebut dan juga makin meningkatnya orderan/permintaan patung dari Art Shop yang ada di daerah Sukawati yang memiliki PASAR SENI yang banyak dikenal oleh wisatawan, baik Domestik maupun Manca Negara, maka KSM Patung Ana 1 yang beranggotakan 10 orang dan KSM Patung Ana 2 yang beranggotakan 5 orang kemudian mengajukan proposal pinjaman dana ke UPK BKM BINA SEJAHTERA Kelurahan Penatih sebesar Rp.20,000,000 dan RP.10,000,000 yang dananya bersumberdari PNPM-MandiriPerkotaan. Perlu diketahui bahwa UPK di BKM BINA SEJAHTERA – PENATIH ini memiliki modal Modal Rp.73,500,000 dengan nilai perguliran saat tulisan ini dibuat adalah Rp.84,600,000,- serta diakhir tahun kemarin dalam rapat SHU memiliki laba Rp.3,236276,- dengan jumlah KSM ada 15 aktif, Salah satu pemanfaatnya adalah KSM PATUNG ANA ini dengan diketuai oleh I Made Ana. Setelah melalui proses verifikasi oleh UPK dan juga sepengetahuan dari Fasilitator pendamping akhirnya pada hari jumat;18 Januari 2012 UPK bersama –sama dengan AnggotaBKM yang dikoordinir oleh I Ketut Bina,SE dan Fasilitator Tim 7 Kota Denpasar mengunjungi sekaligus verifikasi keberadaan KSM Patung Ana yang berlokasi di Br.Anggabaya untuk melakukan penajaman dan survey yang ditindaklanjuti dengan menyerahkan Dana Modal lewat kredit usaha kecil yang di kelola oleh UPK dan sekalian memberikan sosialisasi pemahaman kepada KSM sehingga penggunaan dananya sesuai dengan peruntukannya sebagaimana diatur dalam PEDUM serta SOP UPK.
Sampai saat ini KSM Patung Ana telah terfasilitasi bantuan permodalan ketiga kalinya, bantuan modal pertama sebesar Rp.5,000,000,- kedua Rp.10,000,000,- dan pengembaliaannya sangat lancer sehingga direkomendasikan diberikan bantuan modal yang ketiga bila memang KSM PATUNG ANA mengajukan kembali, bahkan kelanjutannya akan diupayakan untuk di channelingkan ke lembaga keuangan/perbangkan yang ada seperti BRI yang pernah mensosialisasikan terkait integrasi permodalan pada KSM PRODUKTIF hasil pembelajaran substansi program (PNPM MANDIRI PERKOTAAN) yang disampaikan langsung oleh Direktur Program BRI pusat (Jakarta) bersama Bpk.Sujana Royat. Dalam hal ini masih dipelajari tindaklanjutnya oleh pihak BRI terkait pola fasilitasinya agar tak berubah dari konsep program PNPM-MP, tak hanya itu bahkan BKM BINA SEJAHTERA akan berupaya memfasilitasi terkait KSM-KSM produktif ini untuk mendapatkan fasilitasi Pelatihan Kapasitas terkait Managemen Pengelolaan Usaha dan Keuangannya serta Kreasi Model Patungnya.
Ini contoh kecil dari upaya program untuk menyemaikan konsep-konsep pembelajaran pada masyarakat, khususnya kelompok garis bawah “WONG CILIK” untuk secara mandiri kreatif serta berjuang untuk bertahan hidup juga meningkatkan DAYA SOSIAL EKONOMInya guna menjawab tantangan jaman yang semakin berat, maka tak hanya sampai disini pembelajaran dan perjuangan yang diwujudkan, namun masih perlu waktu dan keseriusan serta kepedulian semua pihak guna mensejahterakan tatanan kehidupan bangsa ini; tak cukup hanya bicara dan bermimpi, namun lebih pada penguatan serta penajaman VISI dan ACTION agar perubahan tersebut terwujud dan mengakar.
Om Santhi, Santhi, Santhi Om.
Ditulis Oleh : I KadekWidana,
Senior Fasilitator Kota Denpasar
















